Analisis Potensi dan Permasalahan Candi Sambisari dalam Pengembangan Pariwisata Budaya di Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Komponen 5A
Main Article Content
Abstract
Sambisari Temple is one of the cultural heritage sites with significant historical and archaeological value, which has the potential to be developed as a leading cultural tourism destination. However, several limitations and challenges still hinder the optimal development of this site. This study aims to analyze the potential and problems of Sambisari Temple in supporting the development of cultural tourism in Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta, based on the 5A tourism components, namely Attraction, Accessibility, Facilities, Accommodation, and Supporting Services. This study uses a qualitative descriptive method by collecting data through literature studies, secondary data analysis, and observation of existing conditions related to tourism development around Sambisari Temple. The analysis focuses on identifying the strengths and weaknesses of each of the 5A components to provide a comprehensive picture of the current state of cultural tourism development at the site. The results of the study show that Sambisari Temple has strong appeal due to its unique underground structure, historical significance, and cultural value. Accessibility to the site is relatively adequate, although improvements in public transportation integration and signage are still needed. Facilities and accommodations around the temple are available but still limited in terms of quality and diversity. Support services, such as information centers, tour guides, and community-based tourism management, have not been optimally developed. These conditions indicate that despite its high tourism potential, Sambisari Temple faces various challenges that require integrated planning and collaboration among stakeholders. Therefore, strengthening the 5A components through sustainable and culturally sensitive tourism planning is crucial to enhancing the role of Sambisari Temple as a cultural tourism destination in Sleman Regency.
Article Details
References
American Psychological Association. (2010). Publication manual of the American Psychological Association (6th ed.). Washington, DC: American Psychological Association.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sleman. (2023). Kabupaten Sleman dalam angka 2023. Sleman: BPS Kabupaten Sleman.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. (2022). Profil dan potensi daya tarik wisata Kabupaten Sleman. Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman.
Fathurrohim, & Toha. (2020). Community-based tourism dalam pengelolaan destinasi budaya. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 89–98.
Fathurrohim, & Toha. (2022). Analisis aksesibilitas dalam pengembangan destinasi wisata budaya. Jurnal Tata Ruang, 18(1), 67–78.
Fathurrohim, Toha, & Prasetyo. (2022). Peran amenities terhadap kepuasan wisatawan di destinasi budaya. Jurnal Pariwisata dan Lingkungan, 7(3), 201–212.
Fathurrohim. (2018). Pengembangan pariwisata budaya berbasis pelestarian cagar budaya. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 13(2), 101–112.
Fathurrohim. (2021). Peran destinasi budaya dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 4(1), 33–44.
Fathurrohim. (2022). Pariwisata budaya dan pelestarian warisan sejarah di kawasan perkotaan. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 5(1), 45–56.
Hidayat, R., & Nugroho, A. (2019). Pengembangan pariwisata budaya berbasis kearifan lokal. Jurnal Pariwisata Nusantara, 11(2), 145–156.
Inskeep, E. (2016). Tourism planning: An integrated and sustainable development approach. New York, NY: John Wiley & Sons.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. (2021). Pedoman pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan. Jakarta: Kemenparekraf.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2021). Cagar budaya dan pelestariannya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kurniawan, D., & Lestari, S. (2020). Analisis komponen 5A dalam pengembangan destinasi wisata budaya. Jurnal Perencanaan Pembangunan, 6(1), 55–66.
Middleton, V. T. C., Fyall, A., Morgan, M., & Ranchhod, A. (2017). Marketing in travel and tourism (5th ed.). Oxford: Routledge.
Pemerintah Kabupaten Sleman. (2021). Rencana induk pembangunan kepariwisataan Kabupaten Sleman tahun 2021–2025. Sleman: Pemerintah Kabupaten Sleman.
Putra, I. N. D. (2017). Pariwisata budaya dan pelestarian warisan budaya. Denpasar: Udayana University Press.
Rahmawati, E., & Santosa, H. (2019). Peran masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata budaya. Jurnal Pengembangan Wilayah, 5(2), 87–98.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suryawan, I. B., & Widodo, T. (2021). Strategi pengembangan destinasi wisata cagar budaya. Jurnal Tata Kelola Pariwisata, 3(1), 21–32.
Utami, N. W., & Prasetyo, B. (2020). Aksesibilitas dan daya tarik wisata budaya terhadap minat kunjungan wisatawan. Jurnal Pariwisata Indonesia, 15(2), 110–121.
Yoeti, O. A. (2018). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Jakarta: Pradnya Paramita.
Yuliana, R., & Saputra, A. (2023). Integrasi komponen 5A dalam pengembangan pariwisata budaya berkelanjutan. Jurnal Pariwisata dan Perencanaan Wilayah, 9(1), 1–13.