Konsep Pengembangan Agropolitan di Wilayah Bagian Utara Kabupaten Cianjur

Main Article Content

Dion Candra Romulus Simanjuntak
Esti Lestari
Hilda Nasbilah
Tiara Larasati Wahyu Kartika
Ika Mustikawati

Abstract

Pembangunan perdesaan berbasis pertanian merupakan salah satu strategi penting untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wilayah utara Kabupaten Cianjur memiliki potensi yang besar dalam pengembangan hortikultura dataran tinggi, namun pemanfaatannya masih belum optimal akibat keterbatasan infrastruktur dan lemahnya integrasi agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan agropolitan yang terintegrasi berdasarkan potensi lokal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, melalui analisis karakteristik wilayah, Location Quotient (LQ), dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hortikultura merupakan sektor basis utama, didukung oleh perkebunan teh sebagai sektor basis sekunder. Konsep pengembangan yang diusulkan menekankan struktur ruang agropolitan yang terintegrasi, dengan Cipanas–Pacet sebagai pusat pelayanan dan distribusi utama, sementara wilayah di sekitarnya berfungsi sebagai kawasan produksi. Penguatan infrastruktur logistik, hilirisasi produk, serta kelembagaan ekonomi lokal menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya saing wilayah secara berkelanjutan.

Article Details

Section
Articles

References

Handayani, A., Jamal, R., Komalawati, & Kristanto, B. A. (2021). Evaluation of agropolitan program in Central Java, Indonesia. Jurnal Bina Praja, 13(1), 105–123.

Permana, M. (2022). Strategi pembangunan kawasan ekonomi perdesaan berbasis masyarakat: Studi kasus kawasan agrowisata Bumiaji dan agropolitan Srimartani. Jurnal Plano Buana, 3 (1).

Pranoto, S., Ma’arif, S., Sutjahjo, S. H., & Siregar, H. (2005). Pembangunan perdesaan berkelanjutan melalui model pengembangan agropolitan. Jurnal Manajemen dan Agribisnis, 3(1), 45–53.

Febrianti, T., & Irianti, E. F. (2018). Strategi pengembangan agribisnis di kawasan agropolitan Kabupaten Garut. *Jurnal Agribisnis Terpadu.

Halim, H., Anwar, D. R., & Mahmud. (2023). Pengembangan ekonomi wilayah dengan pendekatan location quotient berdasarkan konsep agropolitan. Fruitset Sains: Jurnal Pertanian Agroteknologi, 12(3).

Parmawati, R. (2019). Sustainable management and rural agropolitan development: A multidimensional analysis of sustainability. Jurnal Kawistara.

Wibowo, S., Sitorus, S. R. P., Sutjahjo, S. H., & Marimin. (2019). Analisis keberlanjutan usahatani sayuran dataran tinggi di kawasan agropolitan Pacet, Cianjur. Jurnal Penyuluhan Pertanian.

Diani, K. R., Marjono, & Ciptadi, G. (2023). Agropolitan development strategies in Pujon District, Malang Regency. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 11(1).

Irianto, H., & Nurany, F. (2023). Pengembangan desa wisata berbasis agropolitan. Publiciana, 17(1).

Rizqihandari, N., Rijanta, R., Sudrajat, & Harini, R. (2022). Dilema petani dalam kebijakan agropolitan: Studi kasus Ciwidey, Jawa Barat. Jurnal Kependudukan Indonesia, 17(2).

Basuki, A. T. (2012). Pengembangan kawasan agropolitan sebagai strategi pembangunan wilayah. Jurnal Ekonomi & Studi Pembangunan.

J. Friedmann and M. Douglass, “Agropolitan Development: Towards a New Strategy of Regional Planning in Asia,” in Growth Pole Strategy and Regional Development Policy, Nagoya: United Nations Centre for Regional Development, 1975.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Pedoman Pengembangan Kawasan Agropolitan, Jakarta: Kementerian Pertanian, 2014.

B. Sjafrizal, Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi, Jakarta: Baduose Media, 2014.

R. Tarigan, Ekonomi Regional: Teori dan Aplikasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2005.

A. Rustiadi, E. Saefulhakim, dan D. R. Panuju, Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Jakarta: Crestpent Press dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2011.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cianjur Dalam Angka 2024, Cianjur: BPS Kabupaten Cianjur, 2024.

Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2024, Bandung: BPS Jawa Barat, 2024.

A. Anwar, “Pengembangan Wilayah Berbasis Agropolitan,” Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, vol. 15, no. 2, pp. 45–58, 2004.

M. Kuncoro, Otonomi dan Pembangunan Daerah: Reformasi, Perencanaan, Strategi, dan Peluang, Jakarta: Erlangga, 2004.

I. W. McCann, Urban and Regional Economics, Oxford: Oxford University Press, 2013.