Konsep Pengembangan Minapolitan di Wilayah Bagian Selatan Kabupaten Cianjur

Main Article Content

Ramdan Sobari
Maulana Yusuf Abdulloh
Siti Rismayanti
Miqdad Thariq Al-Ghiffari
Ika Mustikawati

Abstract

Kabupaten Cianjur memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga dan penghubung antar kawasan metropolitan Jakarta dan Bandung. Secara fungsional, wilayah ini terbagi menjadi Wilayah Utara (agropolitan), Tengah (pusat pemerintahan dan perdagangan), dan Selatan (pertanian dan wisata pantai). Namun, wilayah bagian selatan Kabupaten Cianjur masih menghadapi tantangan ketimpangan infrastruktur, aksesibilitas rendah, kerentanan bencana pesisir, serta ketergantungan pada sektor ekonomi subsisten. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep pengembangan wilayah Minapolitan yang selaras dengan prinsip perencanaan wilayah berkelanjutan melalui pendekatan aspek tata ruang, ekonomi lokal, sosial budaya, dan lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif dengan analisis spasial dan ekonomi wilayah (Location Quotient dan Shift Share), penelitian ini menemukan bahwa sektor perikanan memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi utama di wilayah selatan. Konsep pengembangan Minapolitan diarahkan melalui pembentukan struktur ruang berjenjang: menetapkan Kecamatan Cidaun sebagai Minapolitan Centre dengan dukungan PPI Jayanti, Kecamatan Sindangbarang dan Agrabinta sebagai Minapolitan District, serta desa-desa pesisir sebagai hinterland produksi. Implementasi konsep ini diwajibkan terintegrasi dengan strategi mitigasi bencana pesisir, pemantapan jalur evakuasi, dan pelestarian sempadan pantai untuk menjamin pembangunan yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi.

Article Details

Section
Articles

References

S. H. B. Harmadi, Studi Kewilayahan Dan Konsep Pengembangan Wilayah. Kebijakan Pengembangan Wilayah Dan Perkotaan. Jakarta: Universitas Terbuka, 2020.

K. Novianti Dan C. N. Syahid, "Menuju Kota Cerdas: Pelajaran Dari Konsep Smart City Yang Diterapkan Di Jakarta Dan Surabaya," Dalam Prosiding Seminar Hari Tata Ruang, 2016, Hal. 89.

E. F. Lubis, F. Yuliani, Dan A. Marta, "Dimensi Policy Network Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Xiii Koto Kampar, Provinsi Riau," Publika: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Vol. 11, No. 2, Hal. 315-329, 2025.

R. Suprihardjo Dan D. Rahmawati, "Peran Masyarakat Dan Permukiman Nelayan Sebagai Dasar Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Lamongan, Studi Kasus Permukiman Minapolis Brondong Lamongan," Tesa Arsitektur, Vol. 12, No. 2, Hal. 129, 2014.

E. Amalia Dan W. Pangestoeti, "Perencanaan Dan Pengembangan Kampung Madong Sebagai Destinasi Minapolitan Kampung Ikan Berbasis Masyarakat: (Kajian Pendekatan Tematik, Holistik, Integratif Dan Spasial)," Jurnal Mata Pariwisata, Vol. 2, No. 2, Hal. 41-47, 2023.

D. R. Lataena, M. Ali, Dan S. A. Ekawati, "Arahan Pengembangan Kawasan Strategis Minapolitan," Jurnal Wilayah & Kota Maritim, Vol. 7, 2019.

D. R. Lataena, M. Ali, Dan S. A. Ekawati, "Arahan Pengembangan Kawasan Strategis Minapolitan," Jurnal Wilayah & Kota Maritim, Vol. 7, 2019.

D. R. Lataena, "Arahan Pengembangan Kawasan Strategis Minapolitan (Studi Kasus: Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur)," Skripsi Sarjana, Univ. Hasanuddin, Makassar, Indonesia, 2019.

A. S. Royali, Ekonomi Kepulauan Dan Maritim: Dinamika Pembangunan Berbasis Kawasan. Jakarta: Detak Pustaka, 2025.

[10] E. F. Lubis, F. Yuliani, Dan A. Marta, "Dimensi Policy Network Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan Di Kecamatan Xiii Koto Kampar, Provinsi Riau," Publika: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Vol. 11, No. 2, Hal. 315-329, 2025.

A. B. Wibowo, "Pengembangan Kawasan Minapolitan Berkelanjutan Berbasis Perikanan Budidaya Ikan Air Tawar Di Kabupaten Magelang," Tesis Magister, Program Pascasarjana Undip, Semarang, Indonesia, 2014.

M. M. Pattinasarany Dkk., Transformasi Perikanan Budidaya Indonesia: Menuju Akuakultur Modern Dan Berkelanjutan. Jakarta: Kamiya Jaya Aquatic, 2026.